| Review Milea Suara Dari Dilan 2020 |
Film ketiga dari franchise Dilan yang berjudul Milea: Suara dari Dilan akhirnya tayang di bioskop mulai Kamis (13/02/20). Nonton Milea Suara Dari Dilan 2020
Berbeda dari dua film sebelumnya, Dilan 1990 (2018) dan
Dilan 1991 (2019), yang menitikberatkan kisah cinta Dilan dan Milea dari sudut
pandang Milea, kini cerita diambil dan dinarasikan dari sudut pandang
Dilan.
Hasilnya memang seolah cerita film Dilan 1990 dan Dilan 1991
diceritakan kembali dengan sudut pandang yang berbeda. Memang benar, banyak
adegan yang sebelumnya sudah ada di dua film terdahulu kembali muncul di film
Milea: Suara dari Dilan.
Untungnya, agar adegan ulangan tersebut tak membosankan dan
terkesan membuang-buang durasi film, ditambahkan beberapa adegan yang di film
sebelumnya cukup menjadi tanda tanya. Adegan-adegan seperti, kemana Dilan pergi
setelah ia selesai mengantar Milea pulang ke rumahnya.
Selain adegan tambahan dari flashback yang cukup baik,
banyak pula adegan lain yang menambah makna dan cerita film ini semakin kuat.
Background keluarga Dilan juga cukup menambah segar film ini, meski tak semua
anggota keluarga Dilan mendapat porsi adegan yang cukup.
![]() |
| Review Milea Suara Dari Dilan 2020 |
Gaya bercerita dari Dilan yang berbeda dari Milea juga
memberi napas baru bagi film ini, selain itu, Dilan yang melakukan
"Breaking the 4th Wall" di awal film juga cukup mengejutkan.
Seperti film-film sebelumnya, celetukan-celetukan khas dari
Dilan yang mengundang senyuman dan tawa juga masih menjadi salah satu kekuatan
utama dari film ini.
Di sisi lain, tetap ada momen sedih yang disertakan dan
menjadi plot device yang cukup kuat untuk adegan selanjutnya. Momen kesedihan
tersebut sebelumnya sedikit terlihat dalam trailer, saat adegan pemakaman ayah
Dilan.
Adegan ini cukup sedih untuk disaksikan, terutama bagi
penulis yang memang pernah merasakan kesedihan yang sama saat ayah berpulang ke
Yang Maha Kuasa.
Kembali ke film, Milea: Suara dari Dilan memang menjawab
banyak pertanyaan di film sebelumnya dan menggambarkan patah hati Dilan, namun
sayang konflik film ini tak sekuat sebelumnya.
Dengan budget yang mencapai Rp 10 miliar dan menargetkan 7
juta penonton, sepertinya cukup sulit untuk diraih meski tak banyak saingan
film dengan genre serupa yang tayang di bioskop pada bulan Februari ini.
Dari tiga film yang sudah tayang, Dilan 1990, Dilan 1991,
dan Milea: Suara dari Dilan, Dilan 1991 masih menjadi favorit dari Play Stop
Rewatch.
Namun hadirnya Milea: Suara dari Dilan juga bisa menjadi
awal yang bagus untuk menghadirkan film Dilan dan Ancika di kemudian hari. Film
ini juga cocok untuk ditonton pada akhir pekan di bulan Februari ini yang
berdekatan dengan momen Valentine.
Sumber : https://kumparan.com/playstoprewatch/review-film-milea-suara-dari-dilan-bukan-sekadar-flashback-1spwO9tRqdK/full


0 Comments